New Delhi — Dalam aneka warna dunia seni kontemporer yang terus berkembang, sebuah pameran kolaborasi budaya antara India dan Korea Selatan baru saja resmi dibuka di Korean Cultural Centre India (KCCI) di New Delhi, menandai momen penting bagi hubungan kreatif kedua negara dan ruang dialog lintas budaya bagi generasi muda serta komunitas artistik global. The Times of India
Pameran dengan judul “Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” dirancang sebagai wadah ekspresi bersama di mana seniman dari kedua negara menampilkan karya mereka berdasarkan perspektif perjalanan, observasi, dan pengamatan atas kehidupan dan budaya yang mereka alami saat berada di negara masing-masing. Banyak karya yang menggambarkan cara seniman melihat dunia dari sudut personal dan lintas budaya—baik itu dalam bentuk visual halus maupun media yang lebih eksperimental. The Times of India
Pameran ini sekaligus merayakan 13 tahun berdirinya Korean Cultural Centre India sebagai titik penting pertukaran budaya dan seni antara India dan Korea, serta sebagai bagian dari strategi budaya yang memperluas hubungan bilateral melalui bentuk seni kreatif. India Art Fair
Dari Observasi hingga Ekspresi Artistik
“Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” memadukan karya empat seniman—dua dari Korea dan dua dari India—yang memanfaatkan pengalaman perjalanan sebagai titik awal penciptaan karya mereka. Di hari pembukaan, para seniman secara langsung memberikan tur interpretatif terhadap karya yang dipamerkan, membahas bagaimana setiap karya lahir dari pengalaman mereka saat berjalan dan mengamati budaya serta kehidupan setempat. The Times of India
Para seniman Korea, Son Sangshin (Bereka) dan Heo Dasom, membawa karya yang terinspirasi dari perjalanan mereka di berbagai wilayah India. Son Sangshin menampilkan pen drawing skala besar dan karya cat air, serta tiga buku publikasi berdasarkan pengalaman perjalanannya. Sementara Heo Dasom mengeksplorasi seni digital dengan menggabungkan unsur aksara kuno Sanskrit ke dalam bentuk visual modern yang dinamis. Garuda
Di sisi lain, seniman India Reeka Nartiang dan Samiddha Choudhuri menghadirkan karya yang lahir dari pengalaman mereka di Korea. Nartiang bekerja di ranah tekstil dengan elemen visual terinspirasi oleh masker tradisional Korea serta sketsa hanbok dan suasana lokal, sedangkan Choudhuri menggabungkan keramik kontemporer, seri digital tentang street food Korea, dan gambar pena dari berbagai sudut Korea. The Times of India
Konteks Budaya dan Seni Global
Pameran ini tidak hanya sekadar showcases karya visual; lebih jauh pameran seperti ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia seni global yang semakin saling berhubungan. Pusat budaya seperti Korean Cultural Centre India memainkan peran penting sebagai jembatan bagi pertukaran artistik dan apresiasi lintas wilayah. Mereka tidak hanya memperkenalkan karya seni kepada publik, tetapi juga mendorong dialog yang lebih luas soal identitas budaya, refleksi personal, dan cara seni berfungsi sebagai medium untuk menjembatani perbedaan. India Art Fair
KCCI sendiri dikenal sebagai lembaga yang mendukung program-program seni yang membuka ruang kolaboratif dan lintas media sejak didirikan, serta secara konsisten menghadirkan proyek yang menggabungkan estetika Korea dan India di ruang publik seni. India Art Fair
Seni sebagai Jembatan Pemahaman
Di tengah era di mana dialog antarbangsa tidak lagi hanya dilakukan melalui kebijakan politik atau pertukaran ekonomi, peran budaya dan seni visual berubah menjadi alat diplomasi yang sangat efektif. Seni membuka ruang bagi publik global untuk saling memahami narasi budaya yang berbeda, membangun empati, dan memperluas cara pandang terhadap identitas nasional maupun pribadi. Pameran seperti ini memungkinkan cara baru dalam menyampaikan cerita lintas batas—melalui tanda, garis, warna, bentuk, material, dan teknik. India Art Fair
Dalam sambutannya saat pembukaan, Direktur Korean Cultural Centre India, Hwang Il Yong, menyatakan bahwa pameran ini dirancang untuk memperkuat pemahaman budaya, terutama di kalangan penonton muda yang memiliki peran penting dalam membentuk lanskap seni masa depan. Ia menekankan bahwa pengalaman perjalanan itu sendiri merupakan titik awal seni, yang membantu menangkap keanekaragaman dunia lewat perspektif artistik yang jernih. The Times of India
Ragam Media dan Pendekatan Artistik
Pameran “Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” menampilkan beragam medium karya mulai dari drawing pena, watercolour, seni digital, tekstil, sampai juga keramik kontemporer. Keberagaman ini menunjukkan bahwa seni lintas budaya tidak dapat dibatasi oleh satu bentuk tunggal. Cara seniman mengolah pengalaman dan memanifestasikannya menjadi objek visual justru menjadi ruang refleksi kompleksitas identitas budaya yang saling berkelindan. The Times of India
Son Sangshin misalnya, melalui sketsa dan cat airnya, tidak hanya mempresentasikan bentuk visual lanskap atau objek, tetapi juga menangkap ritme kehidupan sehari-hari di tempat yang ia kunjungi. Cara ia memadukan elemen estetis dengan narasi perjalanan menjadikan karya-karyanya seolah menjadi autobiografi visual. The Times of India
Heo Dasom, di sisi lain, memadukan teknologi dengan tradisi visual klasik melalui seni digitalnya yang memodernisasi aksara Sanskrit. Pendekatan ini menunjukkan dialog antara masa lalu dan masa depan, serta cara seni bisa memanipulasi konteks sejarah untuk menciptakan bahasa visual baru. The Times of India
Perspektif India dalam Respon Terhadap Korea
Seniman India Reeka Nartiang dan Samiddha Choudhuri memperlihatkan bagaimana pengalaman perjalanan di Korea tidak hanya menjadi sumber inspirasi visual, tetapi juga menjadi medium refleksi sosial dan budaya. Nartiang menggunakan tekstil untuk mendekonstruksi visual tradisional Korea seperti masker dan hanbok, yang kemudian dilihat ulang dari perspektif budaya India. Pendekatan ini memikirkan ulang simbol-simbol tradisi melalui estetika kontemporer. The Times of India
Choudhuri tidak hanya menggabungkan bentuk fisik keramik, tetapi juga merancang karya digital yang mengeksplorasi pengalaman kuliner Korea sebagai bagian dari kehidupan urban sehari-hari. Karya semacam ini memperluas ruang ekspresi visual, menunjukkan bahwa seni tidak hanya berada di atas kanvas atau patung, tetapi juga melalui pengalaman sensory budaya lain seperti makanan sebagai bagian dari pengalaman globalisasi dan lintas budaya. The Times of India
Keterlibatan Publik dan Aksesibilitas
Pameran ini akan terbuka untuk publik hingga tanggal 28 Februari 2026, memberi audiens luas kesempatan menyaksikan langsung karya seni yang muncul dari dialog kreatif lintas negara. Hal ini juga menunjukkan komitmen pusat budaya dalam membuat seni visual dapat diakses oleh khalayak umum, tidak hanya komunitas elit atau kolektor. The Times of India
Kesempatan seperti ini memperluas cara generasi muda dan warga global berpikir tentang bagaimana seni bukan hanya objek estetis, tetapi juga medium refleksi sosial dan lintas budaya. Ketika pengunjung menelusuri karya-karya ini, mereka sedang memasuki ruang dialog di mana identitas budaya diurai dan diuji melalui bentuk visual, materi, dan konteks pengalaman hidup antara dua negara yang kaya akan warisan budaya masing-masing. The Times of India
Seni, Perjalanan, dan Identitas
“Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” pada dasarnya menyambungkan tiga konsep kunci: perjalanan, seni, dan identitas budaya. Perjalanan menjadi desain pengalaman yang memicu refleksi visual; seni menjadi medium ekspresi yang kompleks dan terbuka interpretasi; serta identitas budaya menjadi bahan diskusi yang terus berkembang. Karya yang dipamerkan mendorong pengunjung untuk mempertanyakan: apa arti tempat ketika dilihat dari perspektif yang berbeda? Dan bagaimana pengalaman perjalanan menciptakan narasi visual yang unik? The Times of India
Dialog semacam ini sangat relevan di era di mana globalisasi mempertemukan pengalaman dan narasi yang berbeda dalam cara hidup sehari-hari. Seni menjadi medan refleksi yang menghubungkan berbagai pengalaman sosial, politik, budaya, dan estetika, sehingga menjadikan karya-karya yang dipamerkan bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga refleksi filosofis tentang cara kita memahami dan berinteraksi dengan dunia. The Times of India
Dampak pada Lanskap Seni Asia
Pameran lintas budaya seperti ini juga mencerminkan bagaimana Asia, sebagai wilayah yang luas dengan tradisi artistik beragam, semakin memainkan peran penting di panggung seni global. Keterlibatan lembaga budaya, galerinya, kurator, kolektor, dan seniman sendiri menciptakan jaringan kolaboratif yang memperkaya dialog budaya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional. India Art Fair
Acara-acara besar seperti Art Asia Delhi sebelumnya juga menunjukkan bagaimana seni kontemporer Asia terus mendapatkan perhatian global, mempertemukan estetika tradisional dan inovasi modern. Pameran “Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” menjadi bagian dari lanskap ini, membuka jendela baru bagi generasi muda dan komunitas kreatif untuk berpikir kritis dan kreatif tentang hubungan antara seni dan kehidupan lintas batas. OB News
Penutup
Pameran kolaborasi budaya India–Korea ini menegaskan bahwa seni adalah bahasa universal yang melampaui batas geografis dan budaya. Ia menghubungkan pengalaman individu, narasi kolektif, sejarah, dan masa depan dalam bentuk karya yang berbicara kepada khalayak yang luas. “Travelling Sketch: Beyond Us, Between Us” adalah contoh nyata bagaimana seni dapat menjadi medium dialog antarbangsa yang relevan dan bermakna di era global ini, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi artistik masa depan yang lebih luas. The Times of India



Tinggalkan Balasan